Gemabangsa.id, Bungo - Animo masyarakat untuk mengikuti Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Bungo diprediksi akan cukup tinggi. Hal ini disampaikan oleh pengamat politik Reknowiliandi, SIP.
Alumni Universitas Andalas (Unand) ini menyebutkan bahwa masyarakat yang masuk dalam 21 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang diperintahkan PSU tersebut akan sadar suara mereka yang akan jadi penentu.
"Jadi yang akan jadi penentu kemenangan itu bukan suara 90 ribuan yang dimiliki oleh calon kandidat hari ini. Tapi yang ada di Daftar Pemilih Tetap (DPT) sekitar 8 ribuan dari 21 TPS tersebut," ujarnya.
Menurut Reknowiliandi, masing - masing tim sukses akan gencar turun untuk menarik hati masyarakat dengan berbagai cara agar bersedia memilih calon Bupati dan Wakil Bupati jagoannya.
"Kalau Pilkada lalu mungkin ada tim yang tidak terlalu fokus dengan daerah PSU ini. Tapi hari ini mereka akan fokus turun mencari simpatik untuk mendapatkan suara," sebutnya.
Reknowiliandi memprediksi, dari 21 TPS yang di PSU ini ada 10 TPS yang jadi daerah rebutan. Sementara 11 TPS lainnya masuk dalam basis salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati.
"Untuk 11 TPS ini berada di Jujuhan, dan Rantau Pandan yang masuk dalam basis kandidat 02. Tim 02 akan cendrung kuat dan bertahan bahkan bisa mendapat suara lebih pada basis mereka," katanya.
Untuk 10 TPS yang menjadi rebutan ini, lanjut Reknowiliandi akan tergantung pada cara masing - masing tim pemenangan untuk meraih simpatik pemilih.
"Waktu PSU pada 5 April atau diprediksi pada lebaran ke 6 ini menurut saya juga akan cukup mempengaruhi tingginya partisipasi untuk TPS yang ada diwilayah dusun. Karena warga dusun biasanya akan berkumpul semua di dusun saat lebaran," ujarnya.
Menurut Reknowiliandi partisipasi pemilih yang akan cukup rendah tersebut terjadi pada TPS 6 Cadika. Pasalnya daerah ini kebanyakan warga perantau yang diperkirakan masih berada dikampung pada saat pemilihan.
"Intinya, kandidat yang menang di TPS PSU ini cukup mempertahankan kemenangannya. Tapi calon yang kalah akan lebih ekstra untuk meraih suara yang sebelumnya sudah dimiliki oleh kandidat yang menang," tutupnya.
Menurut Reknowiliandi TPS yang PSU ini juga akan dijaga lebih ketat oleh aparat sebelum dan sesudah pemilihan. Pasalnya 21 TPS ini akan rentan terjadi konflik selama masa PSU.